KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PAYPERPOST
Posted by information net | Posted in | Posted on 18.00
Tulisan ini saya buat untuk menanggapi diskusi seputar payperpost di forum Bisnismu. Dari sekian program paid review, saya beri skor tertinggi untuk payperpost (PPP). Beberapa alasan, PPP dikelola secara profesional, tim support sangat membantu. Selain itu, blogger punya posisi tawar karena tidak seperti paid review pada umumnya, PPP memberi keleluasaan blogger untuk menulis review dengan tone yang netral. Tidak banyak link yang diminta. Yang terakhir penting, karena banyaknya link yang diminta adveriser akan menguntungkan mereka, tapi tak menguntungkan di kita. Blog kita akan semakin mudah terdeteksi memuat paid content.
Yang masih menjadi perdebatan adalah, blogger diminta mencantumkan keterangan blognya, bahwa yang bersangkutan juga memuat paid review/content dalam blognya. Di satu sisi tindakan ini dinilai sangat konyol karena dengan mencantumkan “disclosure policy” akan menelanjangi sebuah blog telah memuat paid review/content yang amat dibenci oleh google, sementara pihak lain justru menghindari hal ini untuk menghilangkan jejak crawl google atas paid content yang bisa berakibat fatal: pengurangan page rank.
Saya pribadi memberi respon positif. Kenapa harus ditutup-tutupi jika kita memang mendapatkan penghasilan dari paid review. Fair saja kalau memang kita juga memuat paid content.
Tapi tak perlu khawatir, karena PPP juga membuat kebijakan bahwa setiap review harus diselingi menimal satu posting nonreview. Di satu sisi ini akan melelahkan kita karena juga harus menyiapkan posting nonreview. Tapi cara ini sebenarnya justru akan menghindarkan blog kita dari pengurangan page rank. Dari pengalaman saya selama ikutan PPP, blog saya yang saya khususkan untuk program paid review yang satu ini aman-aman saja. Saya menduga, PPP menerapkan peraturan yang ketat atas advertiser mereka, dan mereka menyaring advertiser sehingga link-link yang kita pasang akan aman, setidaknya di mata search engine.
Saya sangat menyesal, salah satu blog saya yang memiliki pr 4 yang sebelumnya saya jaga dan saya khususkan untuk PPP, karena tergoda iming-iming mudahnya dan ramainya tawaran di blogvertise, saya buat beberapa review untuk blogvertise. Entah ini apa kebetulan, atau memang link-link di blogvertise memang membahayakan. Tapi, hampir lebih dari 4 bulan saya di ppp, pr saya ajeg 4, dan baru buat 10an review untuk blogvertise, blog saya dihajar langsung ke pr 0.
PPP sebenarnya tidak meminta persyaratan yang neko-neko. Banyak yang ditolak saat mendaftarkan blognya, bukan karena tidak memiliki pr yang tinggi, tapi karena content blog tidak original. blog saya yang pertama diapprove malah PR 0. Memang sih, tarif reviewnya tak akan segede dan serame jika PR blog kita tinggi. Dan setelah menunggu hampir 2 bulan saya posting 10 review, dan dengan 10 review ini kita bisa menambahkan blog, saya tambahkan blog saya yang pr 4, dengan saya permak 10-an artikel terakhirnya, langsung diapprove dan langsung dapat tawaran review membludak sampai-sampai saya kuwalahan.
Tapi pesta itu agaknya kini mulai redup. Tiga blog saya di ppp kini 2 pr 0, dan 1 pr 2. tapi saya masih berminat dan sangat berminat untuk menekuni PPP. Saya percaya mereka akan berumur panjang karena didukung manajemen dan sistem kerja yang bagus.
Selain ppp ada banyak. blogvertise, sponsoredreview, reviewme, smorty, snapbomb, bloggerwave, buyblogreview dll…. untuk pemula, atau blog yang masih minim pr dan traffic bisa daftar sponsoredreview… lumayan, mereka tidak menuntut standar yang tinggi, approval dilakukan oleh sistem, tidak manual, dan bayaran tiap 2 minggu….
Comments (0)
Posting Komentar